CiriPembuluh Balik (Vena) Pembuluh balik yang dinding lebih tipis, Pembuluh yang tidak elastis, serta juga berdiamater lebih lebar daripada pembuluh nadi. Pada umumnya terletak dekat dengan permukaan tubuh serta juga tampak kebiru-biruan. mempunyai ukuran yang berdiamater hingga 1,5 centimeter. Mengandung banyak sekali karbon dioksida. Carapenulisan SOAP Keperawatan yang Benar.Sebelum menbahas lebih lanjut, ada baiknya anda membaca lebih dulu artikel mengenai Asuhan keperawatan karena catatan SOAP dibuat karena 5 komponen termasuk Dokumentasi keperawatan.. Perawat dan penyedia layanan kesehatan lainnya menggunakan catatan SOAP sebagai metode dokumentasi untuk menulis catatan dalam rekam medis pasien. Paruparu dibungkus oleh selaput tipis yang disebut Pleura. Dalam paru-paru, bronkiolus memliki banyak percabangan. Di dalam paru-paru terdapat kantong tipis yang berbentuk seperti buah arbei. Pada alveolus inilah terjadi pertukaran antara oksigen dan karbon dioksida. Proses pernapasan pada manusia melalui 2 tahap, yaitu: Proses inspirasi, 100soal biologi sma. 1. Data alat reproduksi wanita :1. infundibulum 3. vagina 5. ovarium2. vulva 4.Uterus 6. tuba faloppiUrutan jalannya sel telur sampai terjadinya pembuahandan embrio adalah . Penyelesaian :Jawaban yang benar adalah (E) yaitu dimulai Ovarium- infundibulum - tuba faloppi -uterus. Latihansoal PAS 1 kelas 11 SMA MA ini untuk membantu belajar peserta didik dalam melaksanakan PAS biologi Tahun pelajaran 2021/2022. Bentuk latihan soal PAS gasal biologi kelas 11 SMA/MA Tahun Pelajaran 2021/2022 ini adalah Pilihan Ganda dengan lima alternatif jawaban dan sudah tersedia kunci jawabannya yang dapat di unduh dengan mudah. 9Jwf. BerandaPernyataan yang benar tentang paru-paru berikut in...PertanyaanPernyataan yang benar tentang paru-paru berikut ini adalah….Paru-paru kanan dan kiri terdiri atas dua kanan dan kiri terdiri atas tiga kanan terdiri atas dua lobus dan paru-paru kiri terdiri atas tiga kanan terdiri atas tiga lobus dan paru-paru kiri terdiri atas dua AcfreelanceMaster TeacherPembahasanParu-paru terletak di rongga dada di atas diafragma. Paru-paru kanan terdiri atas tiga lobus dan paru-paru kiri terdiri atas dua lobus gelambir.Paru-paru terletak di rongga dada di atas diafragma. Paru-paru kanan terdiri atas tiga lobus dan paru-paru kiri terdiri atas dua lobus gelambir.Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!3rb+JKJennie KimJawabannya sesuai banget, terimakasih banyak kak!MAMugi Adamlain dibahas ootDDaffaJawaban tidak sesuai©2023 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia Kapasitas paru-paru adalah kemampuan paru-paru dalam menampung udara saat bernapas. Penurunan dan peningkatan kapasitas paru-paru dapat memberi dampak terhadap kondisi kesehatan Anda. Simak penjelasan selengkapnya dalam artikel berikut ini! Dalam keadaan normal, kedua paru-paru dapat menampung udara sebanyak 6 liter. Seiring dengan pertambahan usia, kapasitas paru-paru dan fungsinya akan mengalami penurunan, terutama setelah memasuki usia 35 tahun. Namun, kapasitas paru-paru juga bisa berkurang pada orang yang berusia lebih muda, khususnya pada orang yang memiliki penyakit tertentu. Kondisi Terkait Penurunan Kapasitas Paru-paru Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kapasitas paru-paru berkurang, di antaranya Usia Penuaan dapat membuat otot diafragma menjadi lebih lemah sehingga mengurangi elastisitas jaringan paru-paru dan otot dada yang berperan dalam proses pernapasan. Hal ini membuat penuaan kerap menjadi salah satu faktor yang memicu berkurangnya kapasitas paru-paru. Penyakit paru restriktif Penyakit paru restriktif merupakan kondisi ketika paru-paru tidak bisa menyimpan udara terlalu banyak. Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan penurunan kapasitas paru-paru, antara lain Pneumonia Efusi pleura Fibrosis paru idiopatik Riwayat operasi paru Obesitas Pembengkakan paru Kerusakan saraf pada otot pernapasan Penyakit paru interstisial Skoliosis Berbagai kondisi medis di atas membuat penderitanya lebih sulit menarik napas. Hal ini disebabkan oleh kerusakan jaringan paru-paru atau adanya masalah pada otot pernapasan, sehingga tubuh tidak mampu menarik napas dengan maksimal. Kondisi Terkait Peningkatan Kapasitas Paru-paru Kapasitas paru-paru juga bisa mengalami peningkatan. Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan peningkatan kapasitas paru-paru adalah Penyakit paru obstruktif kronis PPOK Asma Bronkiektasis Cystic fibrosis Kondisi-kondisi tersebut membuat udara yang bergerak ke luar organ paru lebih lambat dari biasanya, sehingga penderita akan merasa lebih sulit untuk mengembuskan napas. Penderita kondisi tersebut juga kerap mengalami sesak napas saat menjalani aktivitas berat. Mengukur Kapasitas Paru-Paru Untuk mengetahui jumlah kapasitas paru-paru, metode yang sering digunakan adalah spirometri. Spirometri adalah tes untuk mengukur berapa banyak udara yang dapat dihembuskan secara maksimal dalam satu kali napas. Tes ini dilakukan oleh dokter dengan menggunakan alat spirometer. Spirometri juga dapat digunakan untuk berbagai kepentingan berikut ini Membantu dokter mendiagnosis gejala atau penyakit pada paru-paru, seperti batuk atau sesak napas yang tak kunjung sembuh Memeriksa kesehatan paru-paru pada pasien usia di atas 35 tahun dan perokok Memeriksa tingkat keparahan kondisi atau melihat perkembangan kondisi pasien setelah menjalani pengobatan Memantau kondisi paru-parU pasien yang akan melakukan operasi Cara Menjaga Kapasitas Paru-paru Penurunan fungsi paru-paru merupakan bagian normal dari proses penuaan. Meski demikian, ada langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mempertahankan kapasitas paru-paru dan menjaga kesehatan sistem pernapasan, di antaranya Berolahraga secara rutin dan melakukan berbagai latihan untuk memperkuat fungsi dan kapasitas paru-paru, seperti latihan pernapasan otot diafragma dan yoga maupun dengan berenang, khususnya gaya dada Berhenti merokok serta menghindari paparan asap rokok Menerapkan pola makan sehat, termasuk memperbanyak asupan makanan yang kaya akan antioksidan Meningkatkan kualitas udara dalam ruangan menggunakan alat penyaring udara Melengkapi imunisasi untuk mencegah infeksi paru-paru, misalnya dengan mandapatkan vaksin flu dan vaksin pneumonia Meski penurunan kapasitas paru-paru bisa dipengaruhi oleh faktor usia, Anda harus tetap waspada jika merasa sulit bernapas atau sesak napas disertai batuk lama dan tidak kunjung sembuh. Bila Anda mengalami masalah atau gejala pada pernapasan yang menjadi indikasi dari penurunan atau peningkatan kapasitas paru-paru, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat diberikan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat . Salah satu keluhan terkait kesehatan organ paru yang cukup sering dikeluhkan yaitu sesak napas dispnea. Menurut American Family Physician, sesak napas tidak hanya berasal dari gangguan paru. Hal ini bahkan bisa berkaitan dengan penyakit jantung, anemia, hingga gangguan kecemasan. Karena terdapat berbagai kondisi yang menyebabkan sesak napas, penting untuk segera melakukan pemeriksaan bila Anda mengalaminya. Persiapan sebelum tes pernapasan Sebelum menjalani tes fungsi paru, dokter dan tim medis akan terlebih dahulu bertanya perihal riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik. 1. Menanyakan riwayat kesehatan pasien Dengan menanyakan riwayat kesehatan sebelum tes pernapasan, dokter dapat mengetahui beberapa petunjuk yang dapat menjelaskan gejala yang Anda alami. Dokter akan bertanya mengenai seberapa sering gejala muncul, berapa lama durasinya, kapan waktu terjadinya, dan pertanyaan lain bila diperlukan. Selain itu, dokter juga akan bertanya perihal kebiasaan sehari-hari, mulai dari gaya hidup hingga obat-obatan yang sedang Anda konsumsi. Anda juga perlu memberitahu dokter mengenai penyakit yang sedang atau pernah dialami. Hal ini akan mempermudah dokter dan tim medis dalam menentukan diagnosis. 2. Melakukan pemeriksaan fisik Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada tubuh Anda. Pemeriksaan fisik membantu dokter dan tim medis dalam memperoleh diagnosis serta menghindari tes pernapasan yang tidak perlu. Contohnya, bila Anda mengalami hidung tersumbat dan suara napas berbunyi, ini bisa menjadi tanda-tanda penyakit asma. Suara paru yang terdengar melalui stetoskop juga dapat menjadi pertanda dari beberapa penyakit yang memengaruhi fungsi paru-paru. Metode lainnya yaitu mengecek ada-tidaknya pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, seperti kelenjar tiroid atau getah bening di leher. Ragam tes pernapasan Dokter dan tim medis juga membutuhkan pemeriksaan dengan alat medis untuk mengetahui penyebab sesak napas maupun kondisi lainnya. Berikut ini merupakan tes pernapasan yang umum dilakukan untuk menguji fungsi paru-paru. 1. Spirometri Spirometri merupakan tes fungsi paru yang paling umum digunakan untuk mengukur kesehatan organ paru. Tes ini menggunakan alat yang disebut spirometer untuk mengukur seberapa banyak udara yang dihirup serta seberapa banyak dan cepat pasien mengembuskan napas. Dokter umumnya akan menyarankan tes pernapasan ini bila mencurigai adanya penyakit paru-paru kronis, seperti asma, PPOK, dan emfisema. Pemeriksaan spirometri akan dilakukan melalui langkah-langkah berikut ini. Dokter akan meminta Anda duduk di kursi senyaman mungkin. Kemudian, dokter akan memasang sebuah perangkat klip tepat pada hidung agar Anda bernapas melalui mulut, bukan hidung. Sebuah corong mouthpiece yang terhubung dengan mesin spirometer akan ditempatkan pada bibir Anda. Tarik napas dalam melalui mouthpiece, tahan beberapa detik, dan embuskan kembali sekuat dan secepat yang Anda bisa sesuai instruksi dokter. Spirometer lalu akan mengukur jumlah dan laju aliran udara untuk menampilkannya dalam bentuk grafik. 2. Peak flow meter Punya mekanisme yang mirip spirometri, peak flow meter pada dasarnya merupakan alat untuk mengukur seberapa lancar aliran udara yang mengalir dari paru-paru. Orang dengan penyakit asma umumnya sering menjalani pemeriksaan ini. Di samping itu, tes ini juga dilakukan untuk mendiagnosis PPOK, bronkitis, pneumonia, dan pneumotoraks. Tak hanya di rumah sakit atau klinik, Anda juga bisa melakukan tes ini secara mandiri di rumah. Berikut ini merupakan langkah-langkah menggunakan peak flow meter dengan benar. Sebelum menggunakan peak flow meter, pastikan jarum indikator menunjuk angka nol atau angka terendah pada skala dengan satuan liter per menit lpm. Berdiri tegak dan ambil napas dalam-dalam hingga paru-paru terisi sepenuhnya. Sambil menahan napas, tempatkan corong pada mulut dan pastikan tidak ada celah antara corong dan bibir Anda. Keluarkanlah udara sebanyak dan secepat mungkin lewat corong dalam sekali embusan napas. Pastikan Anda mengeluarkan seluruh udara yang tersimpan dalam paru-paru. Dorongan udara ini membuat jarum indikator peak flow meter bergerak. Catatlah hasil pengukuran dengan mencantumkan tanggal dan waktu pemeriksaan. Ulangi langkah-langkah tersebut sebanyak dua kali. Catatlah angka tertinggi dari hasil pengukuran yang Anda lakukan. 3. Tes volume paru Tes volume paru atau body plethysmography merupakan pemeriksaan medis untuk mengukur volume udara yang mampu ditampung oleh paru-paru. Selain mengukur seberapa banyak udara yang bisa masuk ke dalam paru-paru, tes pernapasan ini juga mengukur sisa udara setelah Anda mengembuskan napas kuat-kuat. Body plethysmography dapat dilakukan untuk mendiagnosis penyakit paru-paru kronis, seperti PPOK, asma, fibrosis paru, dan sarkoidosis. Sebelum menjalaninya, berikut tahapan prosedur tes volume paru yang perlu Anda ketahui. Dokter akan meminta Anda duduk di kursi pada sebuah ruangan kedap suara yang mirip bilik telepon umum. Seperti pemeriksaan spirometri, dokter juga akan memasang sebuah klip tepat pada hidung agar Anda bernapas melalui mulut. Sebuah corong yang terhubung dengan mesin akan ditempatkan pada bibir Anda. Lalu, dokter akan memberikan instruksi untuk menarik dan mengembuskan napas. Tekanan ruangan akan berubah-ubah untuk membantu mengukur volume paru. Beberapa orang yang menjalani tes fungsi paru ini melaporkan mengalami sesak napas atau pusing. Beri tahukan dokter bila Anda mengalami gejala tersebut selama tes. 4. Tes kapasitas difusi paru Tes kapasitas difusi paru atau lung diffusion test mengukur seberapa baik kemampuan paru-paru dalam mengatur kadar oksigen dan karbon dioksida di dalam tubuh. Normalnya, oksigen dari paru-paru akan memasuki aliran darah dan bergerak menuju sel. Setelah itu, karbon dioksida dari sel akan memasuki aliran darah dan kembali ke paru-paru. Tes difusi paru mengukur pertukaran oksigen dan karbon dioksida untuk mendeteksi gangguan pernapasan, seperti emboli paru, hipertensi paru, asma, dan PPOK. Pemeriksaan kapasitas difusi paru akan dokter lakukan dengan tahapan berikut ini. Sebuah corong yang terhubung dengan mesin akan ditempatkan pada bibir Anda. Dokter akan meminta Anda menarik napas, lalu menghirup udara yang mengandung beberapa jenis gas, seperti karbon dioksida, metana, dan helium. Anda perlu menahan napas selama 10 detik, lalu dengan cepat menembuskannya melalui corong. Gas yang Anda embuskan tadi akan diuji untuk menentukan seberapa banyak gas yang keluar dari paru-paru selama bernapas. 5. Tes exhaled nitric oxide Pemeriksaan exhaled nitric oxide atau fractional exhaled nitric oxide FeNO mengukur kadar nitrat oksida NO yang diembuskan dari paru-paru Anda. Semakin tinggi kadar nitrat oksida, kemungkinan adanya peradangan pada saluran pernapasan semakin tinggi. Kondisi inilah yang umum ditemukan sebagai gejala asma. Untuk melakukan tes exhaled nitric oxide, Anda perlu memerhatikan langkah-langkah berikut. Dokter akan memasang sebuah klip pada hidung Anda supaya Anda bernapas lewat mulut. Lalu, sebuah corong yang terhubung dengan mesin akan ditempatkan pada bibir Anda. Selanjutnya, Anda perlu menarik napas dalam-dalam dengan mulut terbuka dan mengembuskannya perlahan ke dalam corong. Beberapa perangkat akan mengeluarkan suara “bip” sebagai penanda bahwa aliran udara yang Anda embuskan berada pada tingkat yang sama selama pengujian. Anda mungkin akan diminta untuk melakukan pengukuran sebanyak tiga kali untuk mendapatkan hasil tes pernapasan yang akurat. 6. Oksimetri nadi Oksimetri nadi merupakan pemeriksaan medis dengan alat bernama oksimeter atau pulse oximeter. Alat ini berbentuk penjepit dengan cahaya inframerah yang dapat menunjukkan kadar oksigen dalam aliran darah. Alhasil, tes ini tidak memerlukan jarum atau alat lain yang masuk ke dalam tubuh. Pemeriksaan oksimetri nadi dapat membantu memeriksa berbagai kondisi kesehatan, seperti anemia, penyakit jantung, PPOK, asma, pneumonia, hingga kanker paru. Pulse oximeter saat ini tersedia secara bebas dan bisa digunakan sendiri di rumah. Berikut langkah-langkah penggunaannya. Nyalakan pulse oximeter dan jepit pada ujung jari Anda. Pastikan tangan tidak dalam kondisi dingin dan tidak sedang menggunakan cat kuku atau kuku palsu. Pastikan kuku Anda menghadap ke atas dan biarkan selama beberapa detik hingga hasilnya muncul pada layar. Kadar oksigen normal dalam darah biasanya sebesar 95% atau lebih tinggi. Orang dengan penyakit paru-paru kronis atau kondisi lain umumnya memiliki kadar oksigen sekitar 90% atau lebih rendah. 7. Tes analisis gas darah Tes analisis gas darah atau arterial blood gas ABG bertujuan untuk mengetahui kelainan pada aliran darah yang menyebabkan gangguan pernapasan. Prosedur ini akan mengukur kadar oksigen, karbon dioksida, dan pH dalam darah. Analisis gas darah dapat membantu diagnosis asma, PPOK, fibrosis paru, dan penyakit jantung. Dalam tes ini, sampel darah diambil dari pembuluh arteri pada pergelangan tangan. Untuk prosedur selengkapnya, berikut langkah-langkah yang perlu Anda ketahui. Sampel darah akan diambil dari pembuluh nadi pada pergelangan tangan, lengan, atau pangkal paha Anda. Dokter atau tim medis akan mengoleskan alkohol atau antiseptik pada kulit Anda, lalu mengambil sampel darah dengan jarum suntik. Kemudian, sampel darah akan segera diperiksa di laboratorium setidaknya dalam 10 menit setelah pengambilan darah. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin saja membutuhkan sejumlah pemeriksaan medis lain. Apabila dokter menduga masalah berkaitan dengan penyakit jantung atau paru-paru, Anda juga akan diminta untuk menjalani rontgen dada atau elektrokardiogram EKG. Kedua prosedur medis ini umumnya mampu menunjukkan penyebab utama dari gangguan kesehatan yang Anda alami. 1. Berikut ini urutan yang benar mengenai pengkajian pemeriksaan fisik pada abdomen adalah a. Inspeksi,palpasi,auskultasi,perkusi b. Inspeksi,auskultasi,perkusi,palpasi c. Auskultasi,inspeksi,perkusi,palpasi d. Inspeksi,auskultasi,palpasi,perkusi 2. Berikut ini adalah hal-hal yang termasuk dalam pemeriksaan fisik pasien kecuali a. Pemeriksaan kesadaran b. Pemeriksaan status gizi c. Pemeriksaan head to too d. Pemeriksaan kelainan fostur tubuh 3. Pernyataan yang benar mengenai cara pemasangan signomanometer pada pasien adalah a. palpasi arteri radialis,kemudian letakkan manset 2,5 cm diatas nadi radialis b. letakkan manset 2,5-4 cm diatas nadi radialis c. palpasi arteri brakhialis,kemudian letakkan manset 2,5 cm diatas nadi brakhialis d. palpasi cubiti,lipat lengan baju pasien,pasang manset 4. Pada saat pemeriksaan nadi,ada beberapa karakteristik yang harus diperhatikan a. Frekuensi,irama,keteraturan b. Irama,kedalaman c. Frekuensi,irama,kedalaman d. Frekuensi,irama,kekuatan. 5. Berikut ini adalah hal-hal yang termasuk empat standar tanda-tanda vital kecuali a. Respiratory rate b. Blood pressure c. Axila rate d. Body temperature 6. Thermometer yang tingkat akurasinya paling bagus karena dekat dengan inti tubuh adalah a. Thermometer oral b. Thermometer rektal c. Thermometer axial d. Thermometer stubby 7. Metode pemeriksaan fisik dengan menggunakan sentuhan atau rabaan disebut a. Inspeksi b. Perkusi c. Auskultasi d. Palpasi 8. Metode pemriksaan fisik dengan menggunakan cara mengetuk disebut a. Auskultasi b. Perkusi c. Palpasi d. Inspeksi 9. Pemeriksan fisik yang dilakukan pada kepala dan rambut meliputi a. Inspeksi,perkusi b. Inspeksi,auskultasi c. Inspeksi,palpasi d. Perkusi,palpasi 10. Apabila pada pemeriksaan visus didapatkan hasil 4/6 maka artinya a. Pasien hanya dapat melihat 4 meter dimana orang normal dapat melihat dengan jarak 6 meter b. Pasien hanya dapat melihat 6 meter dimana orang normal dapat melihat dengan jarak 4 meter c. Pasien buta ayam d. Pasien dengan medan pengelihatan kurang 11. Berikut adalah cara penulisan hasil pemeriksaan reflex pupil yang benar a. Pupil anisokor,3-5 mm b. Pupil isokor c. Pupil isokor 3-5 cm d. Pupil isokor 3-5 mm 12. pemeriksaan pada telinga yang bertujuan untuk membandingkan keseimbangan telinga kiri dengan telinga kanan pasien disebut a. rhine b. weber c. scwabah d. reflex 13. pada pemeriksaan paru suara nafas normal disebut a. sonor b. vesikuler c. ronkhi d. stridor 14. tempat pemeriksaan mata utuk mengetahui anemis atau tidak a. pupil b. sclera c. konjungtiva d. kornea 15. pada pemeriksaan perkusi pada paru orang normal didapatkan hasil disebut a. sonor b. vesikuler c. S1 S2 tunggal d. dullness 16. pada pemeriksaan auskultasi pada jantung orang normal didapatkan hasil disebut a. S1 S2 tunggal b. vesikuler c. pekak d. redup 17. pada pemeriksaan perkusi pada jantung orang normal didapatkan hasil disebut a. timpani b. vesikuler c. s1 s2 tunggal d. dullness 18. pada pemeriksaan fisik abdomen digunakan berapa regio? a. 9 regio b. 8 regio c. 3 regio d. 7 regio 19. Regio manakah untuk pemeriksaan hepar? a. Hipokondria kanan b. Lumbar c. Hipogastric d. Illiaka 20. Suara peristaltic pada orang normal adalah a. 5 – 30 x/mt b. 15 x/mt c. 25 x/mt d. 5 – 35 x/mt 21. Pada pemeriksaan perkusi hepar didapatkan hasil pada orang normal adalah suara a. Pekak b. Dulnnes c. Timpani d. Sonor 22. Dibawah ini adalah komponen pengkajian menyeluruh terhadap individu, kecuali a. Wawancara dan riwayat kesehatan b. Pengamatan umum dan tanda vital c. Home visite d. Pemeriksaan fisik 23. Salah satu pemeriksaan yang dilakukan pada pemeriksaan toraks, yaitu a. Pemeriksaan anggota gerak b. Pemeriksaan wajah c. Pemeriksaan tulang belakang d. Pemeriksaan system kardiovaskuler 24. Berikut ini termasuk tingkat kesadaran secara kualitatif adalah a. CKB b. CKS c. Koma d. CKR 25. Kemampuan membuka mata secara spontan nilainya a. 4 b. 3 c. 2 d. 1 26. Kemampuan membuka mata bila diberi rangsangan nyeri nilainya a. 4 b. 3 c. 2 d. 1 27. Menilai respon motorik ekstremitas yang nilainya 4 adalah a. Respon gerakan menjauhi rangsangan nyeri b. Tidak ada respon berupa gerak c. Respon gerakan abnormal berupa gerak ekkstensi d. Respon gerakan abnormal berupa flexy ekstremitas 28. Ukuran suhu anak yang masih dianggap normal biasanya a. 37 °C b. 37,5°C c. 36°C- 37°C d. 38°C 29. Frekwensi nadi dewasa normal adalah a. 60-100x/mt b. 100x/mt d. 120x/mt 30. Frekwensi pernapasan normal orang dewasa adalah a. 25x/mt b. 16-24x/mt c. 60-100x/mt d. >24x/mt 31. Berikut ini adalah tempat memeriksa nadi,kecuali a. brakhialis b. carotis c. radialis d. genu 32. Pada pemeriksaan fisik, pemeriksaan pada kepala dan leher meliputi a. Pemeriksaan mata dan liang telinga b. Pemeriksaan system pernafasan c. Pemeriksaan wajah d. Pemeriksaan mulut dan tenggorokan 33. Yang di inspeksi pada pemeriksaan mata adalah, kecuali a. Conjungtiva b. Bentuk bola mata c. Sclera d. Tekanan bola mata 34. Pada pemeriksaan tes lapang pandang, jarak pulpen yang dipegang oleh pemeriksa dengan pasien adalah a. 16-30 cm b. 15- 30 cm c. 20- 30 cm d. 20-25 cm 35. Hasil visus yang di dapat pada orang normal, adalah a. 5/6 b. 5/5 c. 6/6 d. 1/6 36. Berikut ini adalah hal-hal yang diperiksa pada pemeriksaan telinga kecuali a. Inspeksi telinga b. Auskultasi telinga c. tes arloji d. Palpasi telinga 37. Untuk mengetahui lateralisasi pada telinga dilakukan dengan tes a. Tes rinne b. Tes weber c. Inspeksi telinga d. Palpasi telinga 38. Pada tes arloji, jarak antara arloji yang dipegang pemeriksa dengan pasien adalah a. 20 cm b. 30 cm c. 40 cm d. 50 cm 39. Bagaimana posisi saat melaksanakan tes bisik a. Posisi pemeriksa membelakangi pasien dengan jarak 3- 6 meter b. Anjurkan pasien menutup kedua telinganya c. Berteriak saat disamping pasien d. Posisi pemeriksa ada di depan pasien 40. Yang diperiksa pada pemeriksaan inspeksi palpasi pada jantung adalah a. Area apical/ictus cordis b. pulmonal c. S1S2 tunggal d. Aorta 41. berikut ini adalah pemeriksaan pada mata keculi a. inspeksi mata b. palpasi mata c. tes lapang pandang d. tes bisik 42. berikut ini yang termasuk reflex fisiologis adalah a. reflex babinsky b. reflex chadowk c. reflex patella d. nervus cranialis 43. letak organ ginjal pada daerah 9 regio pada abdomen adalah a. hipokondria b. lumbar c. simpisis fubis d. umbilical 44. pada pasien yang dicurigai menderita appendiks/usus buntu biasanya hasil palpasi didapatkan pada daerah a. hipokondria kanan b. umbilical hipogastric c. iliiaka kanan d. iliaka kiri 45. pernyataan berikut benar tentang bentuk dada normal adalah a. tranversal lebih panjang dari antero septal b. transversal lebih pendek dari anteroseptal c. anteroseptal lebih panjang dari transversal d. tulang depan dada menonjol 46. berikut ini termasuk suara nafas pokok kecuali a. vesikuler b. bronkovesikuler c. bronchial d. ronchi 47. suara nafas dimana inspirasi lebih panjang daripada ekspirasi adalah a. bronkovesikuler b. vesikuler c. ronchi d. sonor 48. saraf yang berfungsi untuk sensasi bau bauan adalah a. optikus b. olfaktorius c. troklearis d. abdusen 49. saraf yang berfungsi untuk pendengaran adalah a. hipoglosus b. trigeminus c. vestibulokoklearis akustikus d. vagus 50. kedalaman tangan pemeriksa saat melakukan palpasi dalam diabdomen adalah a. 1 cm b. 3 cm c. Sedalam mungkin d. 4-5 cm Mahasiswa/Alumni Universitas Padjadjaran05 April 2022 0602Halo Falco, Kakak bantu jawab ya Jawaban untuk soal ini adalah C. Paru-paru pulmo terletak di dalam rongga dada di kanan dan kiri jantung. Paru-paru sebelah kanan terdiri atas tiga kelompok alveolus dan merupakan tiga belahan tiga lobus. Paru-paru sebelah kiri terdiri atas dua kelompok alveolus dan merupakan dua belahan paru-paru dua lobus. Di dalam paru-paru, bronkus sebelah kanan bercabang tiga, sedangkan bronkus sebelah kiri bercabang dua, sama jumlahnya dengan jumlah lobus paru-paru. Percabangan bronkus tersebut disebut dengan bronkiolus. Bronkiolus berakhir sebagai gelembung-gelembung haIus yang disebut alveolus. Jadi, jawaban yang benar adalah C. Semoga membantu!

pernyataan yang benar mengenai nadi paru paru adalah